Selasa, April 22, 2008

A Letter to John

Hi how are you there?


Well for me it feels weird being back at home now. Somehow I know that my life will never be the same.


When I looked at the pictures I took in Japan, I feel empty. It’s as if it wasn't me who took all the pictures. It felt so far away... you understand what I mean?


I know I’ve changed. It’s like I feel so full yet empty at the same time. Is it even possible?


I think people might think I have changed into a more calm person, but the truth is I just don't feel like the whole me is here right now.


It’s not that I’m not happy to be back at home, see my parents and everything, it's just doesn't feel, well I don't know how to explain it...


Heidy

Senin, Maret 17, 2008

Harajuku dan sekitarnya


Harajuku. Siapa sih yang tidak tahu tempat ini? Walaupun belum pernah menginjakkan kaki ke Jepang, saya rasa siapa saja pasti pernah mendengar nama tempat ini. Akhirnya minggu lalu saya sampai juga ke Harajuku. Perjuangan (yep, perjuangan) dimulai dengan membaca peta Tokyo berulang-ulang supaya ga salah naik kereta. Hehe.. Maklum bukan warga Tokyo. Untung Nita udah ngajarin cara naek subway di Tokyo, jadi lumayan lah ga bodoh-bodoh amat. Saya naik JR sampai ke stasiun Harajuku. Dari stasiun keluar melalui pintu keluar Takeshita-dori sampai akhirnya menemukan jalan yang terkenal ramai dengan toko untuk anak muda. Wuihhh.. saya disambut dengan ramai nya orang-orang disana. Tapi menarik sekali karena banyak dari mereka yang berpakaian cukup aneh bagi saya. Hehehe..

Lalu perjalanan saya lanjutkan ke Yoyogi-koen. Tapi sebelum sampai ke taman itu, saya mampir dulu ke Meiji jingu. Agak bingung juga waktu melihat pintu masuk nya, karena banyak sekali pohon-pohon besar seperti hutan di tengah-tengah kota. Kuil ini sendiri adalah salah satu kuil tertua di Jepang. Tapi bangunan yang sekarang ini sudah bukan bangunan yang asli, melainkan restorasi. Tapi tetap tidak mengurangi keindahannya. Jalan menuju kuil nya cukup panjang, tapi sangat sejuk. Pohon-pohon besar ada di kanan kiri jalan dan suasananya tenang sekali, walaupun banyak turis yang datang. Kebetulan lagi hari itu ada yang menikah, jadi sempat melihat sepasang pengantin Jepang gitu disana.




Dari Meiji jingu saya lanjut ke Yoyogi park. Di depan taman ini ada sekelompok bapak-bapak berdandan ala Elvis (lengkap dengan jambul nya. hehe) sambil berjoget dengan musik rock n roll yang diputar kenceeng banget. Karena sudah cape, saya beli okonomiyaki sambil duduk di taman melihat mereka menari-nari. Haha.. Pasti orang-orang bingung melihat saya, duduk makan sendirian sambil nontonin bapak-bapak nari-nari.


Tentunya Harajuku tidak lengkap tanpa "Harajuku girls" yang terkenal itu. Sayang sekali saya hanya melihat sedikit, tapi saya sempat mengambil foto beberapa dari mereka yang sempat saya temukan.




Nahh.. perjalanan dilanjutkan ke Omotesando. S
epanjang jalan ini adalah toko-toko merk luar negeri nan mahal semua. Seperti yang kita ketahui, warga Jepang amat sangat konsumtif dan mampu membeli barang-barang mahal yang di Indonesia paling hanya ada KW nya saja. Hehehe.. Jadi menurut saya jalan ini tidak menarik karena saya tidak mampu beli apapun! Haha.. Tapi ada bangunan baru disini, Omotesando Hills. Katanya sih toko-toko disini lebih terjangkau harganya karena target pasarnya adalah anak muda, tapi ketika saya masuk ternyata sama saja. Mahal! Tapi bangunannya bagus dan kesannya mewah sekali. Terdiri dari 6 lantai diatas tanah dan 6 lantai dibawah tanah. Hebaatt!

Dan begitulah hari minggu saya kali ini. Cerita lain tunggu saja dalam waktu dekat. Sayonara

Jumat, Februari 01, 2008

Akhirnya Minggu jugaa



Hoho.. Akhirnya datang juga hari Minggu! Hari Minggu kemarin ini, saya dan Val (teman serumah saya) memutuskan untuk pergi ke flea market (semacam pasar barang bekas kalau di Indonesia) di Nippon Maru Memorial Park. Dari stasiun Yokohama hanya tinggal pergi ke Sakuragi-cho (2 stasiun saja) dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 6 menit. Tadinya saya pikir Sakuragi-cho adalah stasiun kecil (seperti stasiun dekat apartment saya), tapi ternyataa.. besar! Saya sempat bingung harus kemana karena ada lebih dari satu pintu keluar. Tapi untungnya saya bertemu orang Indonesia juga (hoho... menyenangkan sekali) dan dia memberitahukan arah yang saya cari.

Begitu sampai di pasar tersebut, orang-orang sudah ramai berdatangan. Bedanya pasar barang bekas ini sama yang di Jakarta adalah disini yang menjual barang umumnya adalah pemiliknya langsung, dan jangan kaget kalau menemukan baju atau barang-barang bekas pakai ya
ng masih bagus (bahkan masih baru!). Maklum, masyarakat Jepang amat konsumtif sehingga kalau ada tren mode terbaru maka pasti mereka mampu membelinya. Dan karena membuang barang mengharuskan mereka membayar maka lebih baik mereka menjual nya dengan murah. Saya sampai kalap melihat barang-barang yang ditawarkan dan akhirnya membeli dengan budget yang telah saya siapkan sebelumny a. Menyenangkan!

Seperti yang saya tulis sebelumnya, pasar ini terletak di Nippon Maru Memorial Park, ternyata tempat itu adalah tempat yang menarik sekali. Banyak orang yang berlibur disana karena disitu juga ada semacam taman bermain dan pusat perbelanjaan yang cukup luas. Selain itu saya juga bisa melihat kapal Nippon Maru yang berlabuh di pelabuhan itu.

Setelah itu saya dan Val pergi ke AKA RENGA. Dulunya merupakan gudang yang besar dan sekarang dijadikan tempat wisata yang di dalamnya terdapat restoran dan toko-toko yang menjual pakaian dan bermacam-macam barang. Di depan nya terdapat ring ice skating yang cukup besar dan banyak anak kecil yang bermain-main disana
.

Hmm.. pokoknya hari Minggu selalu merupakan hari yang saya tunggu-tunggu. Kira-kira kemana lagi saya pergi hari Minggu besok? Hoho.. tunggu posting saya berikutnya!

Rabu, Januari 30, 2008

30 Januari 2008



Hari ini dimulai sama seperti hari biasanya. Bangun pagi, sarapan terus berangkat ke Hodogaya. Yang membuat hari ini sangat istimewa adalah waktu mau kembali ke Mitsuzawa Shimocho saya memutuskan untuk melihat Hodogaya International Exchange Center yang ternyata tidak jauh dari Tennocho Station, hanya sekitar 3 menit berjalan kaki. Oom Hok yang kasih tahu sebelumnya kalau bisa belajar bahasa Jpang gratis disana.. Sebenernya sempat lihat di internet tapi malas nyari nya. Hehe.. Tapi tadi memutuskan untuk melihat karena sudah janji sama si Oom. Terus ternyata tidak seperti peta sederhana yang digambarkan Oom Hok, daerah di depan stasiun ternyata ramai (akhirnya menemukan toko Coop senangnya..). Banyak gedung tinggi yang semua bertuliskan kanji. Seperti biasa dong sebagai gaikokujin yang ga bisa berbahasa Jepang mau tidak mau harus nanya sana-sini dan seperti biasa pula hampir semua yang ditanya menjawab tidak tahu atau bahkan sama sekali menolak untuk ditanyai dengan alasan tidak bisa berbahasa Inggris. Menyebalkan! Tapii.. akhirnya menemukan seorang ibu yang sedang berdiri dipinggir jalan dan memutuskan untuk bertanya. Mungkin karena nanya nya pakai bahasa Jepang, si Ibu mengira saya bisa berbahasa Jepang, maka dengan lancar pula beliau menjelaskan dalam bahasa Jepang! Hahaha... Tapi untungnya ada bapak-bapak lewat terus ikut-ikutan nimbrung dan akhirnya nganterin sampai ke gedung yang saya cari. Daaan... dia kasih jeruk yang besar banget (belanjaan nya dia) 2 biji buat saya! Hahaha... Baik yaahh.. Senang..


Begitu sampai di gedung nya, staff yang sedang bertugas kebetulan ibu-ibu gitu 2 orang, yang satu sudah tua yang satu masih yah belum terlalu tua lah kayanya.. Tadi nya sempat pesimis juga mereka bisa bahasa Inggris, tapi ternyata lumayan. Akhirnya jadi ngobrol panjang lebar dan saya diundang makan malam ke rumah ibu yang tua. Hahaha.. Yah itulah enak nya jadi orang asing disini, bisa bertanya apapu tanpa takut salah. Padahal kadang saya sudah tahu rasa makanan yang saya tanya kan, tapi lumayan jadinya disuruh coba-coba makanan. Hihihi...